99 Persen Siswa SMA Lulus
Minggu, 15 Mei
2011 15:05 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA — Sebanyak 99,22 persen peserta Ujian Nasional 2011 tingkat sekolah
menengah atas dan madrasah aliyah dinyatakan lulus. Angka ini naik 0,18 persen
dibandingkan angka kelulusan tahun lalu.
Kenaikan angka
kelulusan ini cukup membanggakan, meskipun masih ada saja siswa yang tidak
lulus. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, mengatakan bahwa anak-anak
tidak boleh dipaksa lulus. “Kita tidak bisa targetkan semua anak ini lulus. Apa
adanya saja,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (13/5).
Jumlah peserta
UN keseluruhan 1.461.941 peserta dan yang dinyatakan lulus sebanyak 1.450.498
peserta. Sisanya 11.443 dinyatakan tidak lulus. Bila dilihat antara yang lulus
dan yang tidak memang perbandingan sangat jauh dan tidak terlalu banyak. “Namun
angka ini masih cukup besar,” katanya.
Dibandingkan
dengan data yang ada sebelum UN dimulai, ada 1.476.575 calon peserta UN yang
sudah mendaftar. Akan tetapi sebanyak 9.517 siswa tidak memasukkan nilai
sekolahnya sehingga angka peserta UN berkurang. Penyebabnya bisa
bermacam-macam, kata Nuh, ada yang tidak ikut Ujian Sekolah, dan ada yang
memang sudah mengundurkan diri karena menikah atau bekerja.
Angka ini
kembali mengkerut ketika ada siswa yang tidak mengikuti UN meskipun ia
mengikuti ujian sekolah. Sebanyak 5.117 siswa SMA/MA tidak melaksanakan UN. Dan
setelah dilakukan pemindaian bagi siswa yang mengikuti UN, didapatlah hasil
99,22 persen yang dinyatakan lulus.
Ketidaklulusan
ini disebabkan oleh 2 hal, yaitu nilai rata-ratanya dibawah standar yang telah
ditentukan, yaitu 5,5 dan nilai rata-ratanya tepat dengan batas standar
kelulusan. Ada 5.590 siswa yang tidak lulus karena nilai rata-ratanya kurang
dari standar. Sisanya tidak lulus karena nilai rata-ratanya pas 5,5. Setidaknya
untuk bisa lulus, nilai rata-rata anak itu harus di atas 5,5.
Berdasarkan
presentase yang ada di data milik Kementerian Pendidikan Nasuinal, siswa yang
tidak lulus kebanyakan berasal dari jurusan bahasa, yaitu 1,96 persen.
Sedangkan yang terbanyak lulus adalah ilmu pengetahuan alam.
Daerah yang
masih mendominasi jumlah ketidaklulusan tertinggi tingkat SMA adalah Nusa
Tenggara Timur yaitu 1.813. Untuk jumlah peserta UN yang tidak lulus paling
sedikit berdasarkan presentasenya adalah Bali yaitu hanya 10 orang dari 24.250
peserta.
Meskipun angka
kelulusan cukup tinggi, namun masih saja ada sekolah yang 100 persen siswanya
tidak lulus. Nuh menyebutkan ada 5 sekolah yang semua siswanya tidak lulus. Hal
ini sangat disayangkan, kata dia.
Sekolah-sekolah
tersebut tersebar merata di seluruh Indonesia, lanjutnya. Nuh tidak mau
menyebutkan lokasi persisnya. Ia hanya menyebutkan sekolah tersebut berasal
dari Provinsi Jambi, Aceh, Maluku, Papua, dan DKI.
Dari jumlah
awal siswa sekolah menengah kejuruan, sebanyak 958.532 siswa mendaftar UN.
Namun hanya 942.698 dari siswa yang mengikuti UN. Hasilnya, ada 4.655 siswa
yang dinyatakan harus mengulang UN tahun depan.
Jawa Barat
menjadi daerah yang siswanya terbanyak yang tidak lulus di tingkat SMK, yaitu
538 siswa. Sedangkan yang paling sedikit adalah Sumatra Selatan, yaitu 5 orang.
Kelulusan,
menurut dia merupakan taanggungjawab satuan pendidikan (sekolah). Saat ini
nilai masing-masing anak tersebut sedang dalam proses pengiriman. “Jadi biarkan
saja sekolah yang mengumumkan kelulusan anak ini nanti,” katanya menambahkan.
Pengumuman kelulusan tingkat SMA/MA/SMK akan dilaksanakan pada Senin (16/5)
besok.
Redaktur:
Djibril Muhammad
Reporter: C02
Tidak ada komentar:
Posting Komentar